Rabu, 31 Agustus 2016

Membuat Pola Jilbab oleh Kelompok Binaan Orangtua di SD Juara Pekanbaru




Dengan  keinginan yang kuat bersama Orangtua Peserta Didik Kelas 1 Nafisah Nailal Husna yaitu Ibu Siti Zubaidah bersama 11 orangtua lainnya dan dibimbing oleh Bu Mira Zulrahmi membuat Pola Jilbab dari Koran dan menggunakan bahan kain Jersey berwarna hitam pada Hari Kamis, 1 September 2016.
Jilbab yang berpolakan koran bekas dengan ukuran 78 cm bagian belakang dan sekitar 70 cm bagian depan dibuat pola seperempat lingkaran. Pola yang sudah dibuat ditempel pada kain kemudian dipotong. Sisa kain 6 cm digunakan untuk rimpel (hiasan bawah).
Pet yang dari busa ditempel pada kain. Tepi pet kemudian dijahit. Kemudian ditandai tengah pet kain dan dijahitkan dengan bagian tengah kain. Pembuatan pola ini dilakukan mulai jam 07.30 -08.30 WIB dan masih perlu dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.
“Alhamdulillaah, ibu-ibu memperoleh ilmu cara membuat jilbab sehingga bisa diterapkan di rumah dan dapat digunakan untuk membuat jilbab untuk anak-anaknya”, ujar Bu Mira Zulrahmi selaku Pembimbing Orangtua.

Peserta Didik SD Juara Pekanbaru belajar tentang obat-obatan





Kegiatan Pekan Berbagi Senyum diadakan di Kelas 6 SD Juara Pekanbaru pada Hari Jum'at, 26 Agustus 2016. Tema yang diangkat adalah Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Rendis Monika sebagai Relawan RZ Pekanbaru yang berasal dari SMK Farmasi Surabaya ini mengajarkan tentang obat-obatan kepada peserta didik, sesuai dengan ilmu yang diperolehnya ketika  di SMK. Saat ini dia bekerja di Kimia Farma. Awalnya beliau menjelaskan tentang pengertian obat bebas dan obat bebas terbatas. Kemudian ada banyak istilah-istilah yang beliau ajarkan seperti c dan cth yaitu c=sendok makan dan cth=sendok teh

Salah satu pesrta didik Ervina Agustinberkomentar "Kegiatannya sangat bagus karena dapat memberikan kita pengetahuan tentang Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Kalau obat bebas bisa digunakan tanpa resep dokter, bebas terbatas dapat digunakan tanpa resep dokter, tapi dalam jumlah tertentu. Kita tidak boleh mencoba-coba obat."

Selasa, 30 Agustus 2016

Dauroh Al Qur'an SD Juara Pekanbaru

Jum'at, 26 Agustus 2016 SD Juara Pekanbaru melaksanakan acara Dauroh Al Qur'an. Acara dibuka oleh Mc, yaitu Adam Mehdi yang berasal dari kelas IV, dilanjutkan Sambutan oleh guru Al Qur'an bapak Syahrul Bariyah dan Bapak Suriksodi Saputro, ST selaku Kepala Sekolah SD Juara Pekanbaru.
Berbeda dari sebelumnya, kali ini SD Juara mengundang Ustazah Hafaza Haqa untuk memberikan motivasi kepada peserta didik agar sungguh-sungguh dalam menghafal Al Qur'an.
kisah kakek dan cucu yang diceritakan oleh Ustazah Hafaz,  membuat suasana auroh Al Qur'an menjadi lebih ceria.

Acara ditutup dengan Penyematan pin bagi peserta didik yang sudah hafal Juz 30.








Rabu, 24 Agustus 2016

Serunya Membuat Pompom di SD Juara Pekanbaru


Terobosan demi terobosan terus dilakukan SD Juara Pekanbaru untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan peserta didiknya. Salah satunya dengan menggelar Pekan Berbagi Senyum.
Kegiatan Pekan Berbagi Senyum tersebut juga melaksanakan pelatihan keterampilan peserta didik, salah satunya cara membuat kerajinan berupa gantungan kunci ”Pompom”. Seperti yang dilakukan, Jumat (19/08) siswa kelas V, dilatih membuat ”pompom”, gantungan kunci ini terbuat dari wol.
Latihan dibimbing oleh guru tamu, Rena Afri Ningsih, seorang mahasiswa D4 Kebidanan. Kegiatan diikuti 22 orang peserta didik kelas V.
”Ternyata mudah membuat gantungan kunci ”pompom”, membuatnya juga sebentar, saya bisa melakukannya sendiri di rumah.” ujar Zhahara peserta didik kelas V.
”Terima kasih mbak Rena atas kehadirannya di SD Juara Pekanbaru. Ini adalah kehadiran kedua setelah tahun lalu di program yang sama. Anak-anak sangat senang sekali diajarkan membuat pompom,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SD Juara Yesi.









Kamis, 18 Agustus 2016

Melatih Kepercayaan Diri dalam Pembelajaran PKN SD Juara Pekanbaru

Peserta Didik kelas 6 pada pelajaran PKN Senin pagi membahas materi tentang melaksanakan hasil keputusan bersama di lingkungan masyarakat. Peserta didik diberikan tugas untuk mempresentasikan hasil diskusi bersama dengan teman satu kelompoknya. Setiap kelompok bergantian membahas bab tersebut. Setelah itu teman-teman dari kelompok lain diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan jika ada yang masih ingin diperdalam lagi pembahasannya atau ada yang kurang faham dengan penjelasan yang diberikan. Peserta dari kelompok lain sangat antusias untuk memberi pertanyaan atau menanggapi pemaparan materi yang disampaikan. "Kegiatan ini bertujuan agar siswa terbangun rasa percaya dirinya untuk megungkapkan pendapat di depan kelas, ujar Bu Dian sebagai Guru PKN."



Belajar Tentang Organ Tubuh Manusia di SD Juara Pekanbaru




Pada pembelajaran IPA hari ini peserta didik kelas 5 SD Juara Pekanbaru mempelajari tentang organ penting pada tubuh manusia yaitu organ pernapasan, pencernaan dan sistem peredaran darah.
Peserta didik diminta untuk menggambarkan organ tubuh tersebut secara berkelompok. Diharapkan dengan membuat gambar tersebut peserta didik bisa sambil memahami dengan lebih konkrit sesuai dengan karakteristik belajar anak SD. Selain itu metode ini jg termasuk metode cooperative learning dimana tidak hanya guru sebagai pusat belajar.

Setelah membuat gambar barulah peserta didik melihat tayangan tentang sistem pernapasan, pencernaan n peredaran darah. Diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan pembelajaran yg telah mereka dapatkan

Rabu, 10 Agustus 2016

Pelatihan Pembuatan RPP IPS Kelas 4 di Gugus 1 Ki Hajar Dewantara yang diikuti oleh Guru SD Juara Pekanbaru



Pelatihan Pembuatan RPP IPS kelas 4 sesuai dengan kondisi Riau dilaksanakan pada hari Sabtu,  6 Agustus 2016 jam 10.00-12.00 WIB di SD Negeri  83 Pekanbaru. Pengawas Sekolah sekaligus Pemateri Bapak H. Maswar Idris, S.Pd. menyampaikan  tentang bedah RPP dari Buku Ilmu Pengetahuan Sosial yang diterbitkan oleh Persada Riau tentang Kepahlawanan dan Patriotisme, Sikap Rela Berkorban, dan Pahlawan Nasional yang berasal dari Riau.

Pelatihan ini diikuti oleh Guru Mata Pelajaran IPS Kelas 4 Gugus 1 Ki Hajar Dewantara. Sekitar 35an orang guru mengikti kegiatan ini. Tujuan kegiatan ini adalah menyamakan Pembuatan RPP sesuai dengan kondisi Riau. Kegiatan ini terlaksana karena hasil evaluasi Pembuatan RPP yang tidak sesuai dengan kondisi Riau sehingga perlu disesuaikan.

Bapak Taufik Hidayat sebagai utusan dari SD Juara Pekanbaru dinyatakan memiliki RPP terbaik sehingga diminta oleh Bapak Maswar Idris untuk dibawa ke Jakarta mengikuti lomba Pengawas Tingkat Nasional.

Dari pelatihan tersebut, Bapak Taufik Hidayat menyatakan bahwa beliau dapat membuat RPP sesuai dengan kondisi Riau dan dapat membagikan ilmunya sehingga juga dapat diterapkan pada proses pembelajaran di Sekolah khusus Kelas 4.


Senin, 08 Agustus 2016

Pelatihan Instruktur Nasional Guru Pembelajar



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) BBL Medan pada tanggal 27 Juli s.d 5 Agustus 2016 bertempat di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru telah melaksanakan Pelatihan Instruktur Nasional program Guru Pembelajar Jenjang Guru SD (kelas tinggi). Kegiatan yang sama juga serentak di beberapa hotel di Pekanbaru dan 3 provinsi lain yaitu Medan, Aceh dan Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut  dari Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 yang diikuti oleh seluruh guru, khususnya jenjang guru SD Kelas Tinggi. Berdasarkan hasil UKG tahun 2015 menunjukkan hasil yang cukup memprihatinkan karena mayoritas guru Indonesia masih mempunyai skor UKG yang rendah dibandingkan Kompetensi Capaian Minimal (KCM) yang sudah ditetapkan untuk tahun 2015 yaitu 55.
Sebagai tindak lanjutnya, dari raport UKG tahun 2015 dan mengingat KCM pada tahun 2016 yaitu 65 maka untuk meningkatkan kompetensi guru Indonesia, Kemendibud melatih para Narasumber Nasional (NS) dan Instruktur Nasional (IN) sebagai perpanjangan tangan untuk mempersiapkan guru pembelajar atau guru sasaran yang belum memenuhi nilai KCM. Narasumber Nasional yang diambil dari guru adalah mereka yang memiliki nilai UKG 80-100 mereka akan melatih Instrutur Nasional yang mana mereka nanti bertugas membina guru-guru sasaran yang ada di Kota/Kabupaten berdasarkan kecamatan masing-masing. Instruktur Nasional adalah mereka yang memperoleh nilai UKG di atas 70 dan lulus dari pelatihan IN
Alhamdulillah salah seorang guru SD Juara Pekanbaru, Amelia Salfitri mendapat undangan dari P4TK BBL Medan mengikuti Pelatihan IN untuk program Guru Pembelajar jenjang SD Kelas Tinggi. Sebanyak 161 orang dari Kabupaten/Kota provinsi Riau mengikuti kegiatan ini. Peserta dalam pelatihan ini dilatih selama 10 hari untuk bekal melatih Guru Pembelajar. Materi yang diperoleh yaitu Petunjuk Umum program Guru Pembelajar, Petunjuk Teknis Moda Tatap Muka, Petunjuk Teknis Moda Daring, Pendekatan Andragogi, Kajian dan Simulasi Penggunaan Modul Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dan Pengembangan Butir Soal. Di akhir kegiatan calon IN melakukan penyusunan rencana tindak lanjut dan mengikuti Tes Akhir.
Setelah kegiatan ini tanggung jawab yang dimiliki oleh IN yaitu mempersiapkan dan mempelajari pelatihan sesuai moda, membelajarkan, melatih, membimbing dan mengevaluasi peserta serta melaporkan hasil ketercapaian belajar peserta. Tanggung jawab ini akan diemban oleh IN dengan jumlah Guru Pembelajar masing-masing IN sebanyak 20 orang.
Ibu Amelia Salfitri sebagai salah satu peserta mengatakan, “Saya sangat terkesan dengan pelatihan ini. Para Narasumber yang luar biasa dan berkualitas dengan cerdas memberikan pemahaman kepada kami melalui pendekatan andragogi sehingga seluruh peserta tetap semangat mengikuti pelatihan selama 10 hari dengan jumlah jam pembelajaran 100 jam. Semoga apa yang kami terima dapat kami berikan dan bermanfaat bagi teman-teman guru lainnya terutama Guru Pembelajar”.

Siswa SD Juara Pekanbaru Sisihkan Uang Saku untuk Qurban



PEKANBARU—Semua bisa berqurban. Begitu juga dengan Enny Eka Apriliana atau Ana, siswa kelas VI SD Juara Pekanbaru. Sejak duduk di kelas IV SD, Ana selalu menyisihkan uang sakunya untuk berqurban.
Setiap hari Ana biasa menabung antara Rp1.000 sampai Rp2.000 perhari. Menurutnya dengan menabung bisa memudahkan Ia membeli hewan qurban.
“Saya punya tabungan sejak kelas IV dan sekarang jumlahnya sudah 1 jutaan. Semoga sampai hari Idul Adha nanti cukup untuk beli satu ekor kambing,” ujar Ana.
 Ana merupakan anak dari pasangan Hartono dan Yeni Purwanti. Hartono bekerja sebagai buruh mekanik di kantor DPRD provinsi Riau. Sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ana beserta orang tuanya tinggal di Jalan Rawa Indah, RT/RW 002/010 Kel. Tangkerang Barat , Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Sehari-hari Ana dikenal sebagai anak yang periang, aktif, dan memiliki sikap peduli yang tinggi kepada teman-temannya. “Saya ingin qurban ini jadi jembatan ke surga,” ujar Ana dengan gaya polosnya.