Selasa, 13 Oktober 2015

Edukasi Penggunaan Masker di SD Juara Pekanbaru






Senin, 12 Oktober 2015 sekitar pukul 09.15 hingga pukul 09.55 WIB SD Juara Pekanbaru kedatangan tamu istimewa. Agenda Edukasi  Penggunaan Masker N 95 di SD Juara Pekanbaru diisi oleh Ibu-ibu dari Bintang Cendekia. Di hadapan mereka, Bu Dokter Rena menjelaskan tentang tata cara menggunakan masker dan tanya jawab sekitar bencana asap di Riau. Selain penjelasan tentang pemakaian masker, beliau juga memberikan pertanyaan seputar masker, memancing Peserta Didik untuk bertanya dan meminta mereka untuk menceritakan kisahnya seputar Bencana Asap. Pesert Didik sangat antusias menjawab pertanyaan Bu Dokter. Salah seorang Peserta Didik Adly yang merupakan peserta Didik Kelas 3 mengungkapkan bahwa akibat asap ini adalah timbulnya penyakit Kanker. Bu Dokter sangat antusias mendengar jawaban Adly karena Adly mengetahui akibat asap secara jangka panjang. Selain itu, beberapa orang diantara Peserta Didik juga memberikan pertanyaan kepada Bu Dokter, diantaranya Mifta yang bertanya, “Apalagi yang dapat memadamkan api selain air?”
Masker N 95 adalah masker yang disarankan selama bencana asap di Riau. Penggunaannya pun sangat mudah dan disesuaikan dengan bentuk wajah dan dapat menyaring partikel-partikel asap yang ada. Hasan salah seorang Peserta Didik Kelas 3 diminta Bu Dokter untuk menjadi model masker.
Setelah agenda sosialisai selesai, SD Juara Pekanbaru diberikan bantuan berupa Tabung Oksigen untuk setiap kelas, Vitamin C untuk setiap Peserta Didik, Susu Indomilk 84 Kotak ukuran 1 liter dan masker N 95 untuk seluruh Peserta Didik. Terimakasih Ibu-ibu kami, semoga dibalas Allah SWT dengan yang lebih baik. Aamiin. (Fitriyah Misdian_SD Juara Pekanbaru)

SD Juara Pekanbaru Gelar Shalat istisqha dan Pembagian Masker N95





Kondisi cuaca di Riau, khususnya Kota Pekanbaru masih belum kondusif. Kualitas udara di Provinsi Riau dan beberapa wilayah di sekitarnya Berdasarkan Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang tersebar di Provinsi Riau, masih dalam level berbahaya.
Pemerintah Provinsi Riau pun memperpanjang statu darurat kabut asap di Riau. Kondisi yang menyebabkan total penderita penyakit yang terkena dampak di Riau berjumlah lebih dari 50.000 jiwa, yang terdiri penyakit ISPA, iritasi mata, asma , pnemumonia dan lain lain. Selain itu kegiatan sekolah di Riau hampir lumpuh total.
Momentum ini digunakan oleh SD Juara Pekanbaru yang terletak di jalan Warta Sari  untuk melaksanakan shalat ishtisqha di lapangan sekolah pada hari Kamis, (08/20/15). Selain bertujuan untuk memohon pada Allah agar hujan segera turun dan bencana asap segera berlalu, penyelenggaraan kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi para siswa.
“kelak anak-anak akan ingat bahwa mereka pernah melaksanakan shalat istisqha serta tata cara melaksanakannya dan tertanam dalam jiwa mereka untuk menjaga alam, karena salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara praktek langsung” ujar Suriksodi Saputro selaku kepala sekolah SD Juara Pekanbaru yang merupakan sekolah unggulan gratis binaan RZ.

Selesai pelaksanaan shalat istisqha, SD juara membagikan masker N 95 kepada seluruh peserta didik dan guru yang berjumlah 160 buah, yang merupakan pemberian donatur RZ (rumah zakat), masker ini sangat dianjurkan di pakai pada kondisi udara yang masih dalam level Berbahaya.
“Alhamdulillah, dapat masker standar N95 terimakasih donatur dan RZ” ucap Mahira salah seorang peserta didik kelas VI SD Juara Pekanbaru. “Semoga Allah segera menurunkan hujan yang lebat, dan kami tetap sehat sehingga bisa bersekolah lagi seperti semula”, Ujarnya.  (sbb/dakwatuna)