Kamis, 21 Juli 2016

Pembinaan UKS Perdana SD Juara Pekanbaru TP. 2016-2017



Kamis, 21 Juli 2016, Klinik Pratama RBG RZ Pekanbaru kembali melaksanakan Pembinaan UKS kepada 10 anak UKS SD Juara Pekanbaru yang dilaksanakan di SD Juara Pekanbaru Jalan Warta Sari Kota Pekanbaru. Sebagai Pembina UKS kali ini adalah Tri Anwarrudin yang menyampaikan materi tentang Menimbang berat badan, mengukur tinggi badan setiap 6 bulan dan tidak merokok di sekolah. menurut beliau, mengukur berat dan tinggi badan merupakan salah satu upaya untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan diketahuinya tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak maka dapat memberikan masukan untuk peningkatan konsumsi makanan yang bergizi bagi pertumbuhan anak. Sedangkan untuk mengetahui pertumbuhan seorang anak normal atau tidak, bisa diketahui melalui cara membandingkan ukuran tubuh anak yang bersangkutan dengan ukuran tubuh anak seusia pada umumnya. Apabila anak memiliki ukuran tubuh melebihi ukuran rata-rata anak yang seusia pada umumnya, maka pertumbuhannya bisa dikatakan maju. Sebaliknya bila ukurannya lebih kecil berarti pertumbuhannya lambat. Pertumbuhan dikatakan normal apabila ukuran tubuhnya sama dengan ukuran rata-rata anak-anak lain seusianya.
Alasan siswa perlu ditimbang setiap 6 bulan adalah untuk memantau pertumbuhan berat badan dan tinggi badan normal siswa agar segera diketahui jika ada siswa yang mengalami gizi kurang maupun gizi lebih.
Cara untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa yaitu dengan mencatat hasil penimbangan berat badan dan tinggi badan tiap siswa di Kartu Menuju Sehat (KMS) anak sekolah maka akan telihat berat badan atau tinggi badan naik atau tidak naik (terlihat perkembangannya).
Manfaat penimbangan siswa setiap 6 bulan di sekolah antara lain:
a.         Untuk mengetahui apakah siswa tumbuh sehat.
b.        Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan       siswa.
c.         Untuk mengetahui siswa yang dicurigai gizi kurang dan gizi lebih, sehingga jika ada kelainan yang berpengaruh langsung dalam proses belajar di sekolah, dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
Jenis-jenis  kondisi gizi tidak seimbang yang dapat diketahui setelah melakukan penimbangan berat badan adalah:
a.       Gizi buruk
        Gizi buruk adalah bila kondisi gizi kurang berlangsung lama, maka akan berakibat semakin berat tingkat kekurangannya. Pada keadaanya ini dapat menjadi kwarshiorkor dan marasmus yang biasanya disertai penyakit lain seperti diare, infeksi, penyakit pencemaan, infeksi saluran pernafasan bagian atas, dan anemia
        Tanda-tanda gizi buruk yaitu:
1)     Sangat kurus, tulang iga tampak jelas
2)     Wajah terlihat lebih tua
3)     Tidak bereaksi terhadap rangsangan (apatis)
4)     Rambut tipis, kusam, warna rambut jagung, dan bila dicabut tidak sakit
5)     Kulit keriput
6)     Pantat kendur dan keriput
7)     Perut cekung atau buncit
8)     Bengkak pada punggung kaki yang berisi cairan dan bila ditekan lama kembali
9)     Bercak merah kehitaman pada tungkai dan pantat.
b.      Gizi lebih
          Masalah ini disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi dari yang dibutuhkan, terutama konsumsi lemak yang tinggi dan makanan dari gula murni. Pada umumnya masalah ini banyak terdapat di daerah perkotaan dengan dijumpainya balita yang kegemukan.
          Tanda-tanda gizi lebih yaitu:
1)    Berat badan jauh di atas berat normal
2)    Bentuk tubuh terlihat tidak seimbang
3)    Tidak dapat bergerak bebas
4)    Nafas mudah tersengal-sengal jika melakukan kegiatan
5)    Mudah lelah
6)    Malas melakukan kegiatan.
c.         Gizi kurang
            Gizi kurang disebabkan karena konsumsi gizi yang tidak mencukupi kebutuhannya dalam waktu tertentu. Kemudian, setelah itu dilanjutkan dengan materi tentang Tidak merokok di sekolah.
Rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Oleh karena itu kebiasaan merokok harus dihindarkan sejak dini mulai dari tingkat sekolah dasar.
Alasan tidak boleh merokok di sekolah karena rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida. Bahaya merokok antara lain:
a.    Menyebabkan kerontokan rambut
b.    Gangguan pada mata, seperti katarak
c.    Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok
d.    Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan kanker
e.    Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap
f.     Tulang lebih mudah keropos.

Bagi perokok yang ingin berhenti merokok dapat melakukannya dengan cara:
a. Bulatkan tekat, mantapkan niat yang kuat untuk berhenti merokok
b.  Mencari alasan yang kuat untuk berhenti merokok misalnya karena disuruh keluarga atau ingin meningkatkan kesehatan
c.  Tetapkan tanggal berhenti merokok dalam waktu kurang dan dua minggu
d.  Memilih salah satu cara berhenti seperti berhenti seketika.

Pada pertemuan selanjutnya, anak UKS ini akan menyampaikan informasi Kesehatan ini kepada teman-teman SD Juara Pekanbaru yang lainnya.

SD Juara Pekanbaru Sambut Peserta Didik dengan Bagi Permen


Pekanbaru (18/16) Hari pertama sekolah merupakan salah satu momen yang akan mempengaruhi kesiapan peserta didik dalam mengikuti kegiatan sekolah karena selepas liburan panjang. Hari pertama juga peserta didik memiliki semangat yang baru, kelas baru dan suasana yang baru. Oleh sebab itu pada hari pertama masuk sekolah, seluruh guru menyambut peserta didik dan memberikan hadiah permen kepada mereka. Hal ini bertujuan untuk memberi semangat peserta didik dan agar mereka semangat dan betah di sekolah. Pada kesempatan ini juga guru bersilahturahim dengan para orangtua yang mengantarkan anaknya ke sekolah.

Pada hari pertama sekolah juga dilaksanakan apel pagi dan pengarahan oleh Kepala Sekolah SD Juara Bapak Suriksodi Saputro, S.T dan pengarahan dari Wakil kepala bidang Kurikulum dan kesiswaan.
Pada kesempatan ini kepala sekolah memberikan semangat kepada siswa dan juga mengumumkan wali kelas masing-masing kelas. Selain itu siswa baru kelas 1 akan mengikuti masa orientasi siswa (MOS) selama sepekan. Tidak hanya peserta didik, orangtua juga akan mengikuti MOS selama tiga hari. Hal ini bertujuan untuk menyamakan tujuan pendidikan  dan kerjasama antara sekolah dan peserta didik.
"Hari pertama sekolah merupakan momen yang kita persiapkan dalam menyambut anak-anak, karena mereka sehabis libur panjang dan tentu dengan penyambutan dan pengarahan diharapkan meraka siap untuk memulai kegiatan belajar." ujar pak Bayu.