Rabu, 12 Maret 2014

13 Maret 2014 setelah hampir 2 bulan kabut asap melanda Riau, SD Juara Pekanbaru mengadakan Shalat Istisqo. Pada kesempatan ini SD Juara khususnya Kepala Sekolah sibuk melayani pertanyaan dari beberapa Media di Pekanbaru, diantaranya : Haluan, Metro, Tribun Pekanbaru, RRI, Antara.

Kunjungan tersebut sekalian promosi SD Juara Pekanbaru untuk Tahun Pelajaran 2013/2014.



Berita ke 3 "SD Juara Pekanbaru Shalat Istisqo" di Tribun pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Usai pelaksanaan salat Istisqa di Komplek Masjid Baitul Makmur jalan Wartasari Tengkerang Selatan Pekanbaru, Ustad Syafril mengatakan, manusia hanya bisa berusaha dan berikhtiar akan tetapi semua keputusan dan ketetapan hanya Allah yang tahu, karena Dialah yang maha berkehendak. Saat disinggung terkait hujan yang tidak juga kunjung turun sementara salat Istisqha sudah banyak yang melaksanakan, Syafril mengatakan hal itu bisa terjadi karena ada beberapa faktor.
Dengan berlandaskan hadis, Syafril mengatakan, penyebab hujan tidak turun dan kekeringan yang melanda suatu daerah, termasuk di Riau disebabkan karena masih banyaknya umat manusia yang bangga melakukan kesalahan. Diantaranya, zina, homo seksual, pembunuhan, perampokan, judi, mabok, konsumsi obat- obatan terlarang dan mengurangi takaran timbangan serta menahan membayar zakat.
"Negeri kita ini kaya akan kemaksiatannya. Mereka bahkan melakukannya secara terang-terangan. Bahkan, tidak sedikit yang mengkampanyekannya. Mengurangi timbangan dan takaran yang menjadi sebab peceklik panjang, selain itu kita juga sering menemukan orang yang punya penyakit bakhil dengan menahan zakat,"bebernya. (*)

Laporan dari Tribun Pekanbaru "Shalat Istisqo di SD Juara"

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berbagai upaya dan doa terus dilakukan untuk mengatasi bencana kabut yang melanda Provinsi Riau. Selain upaya pemadaman yang terus dilakukan oleh tim Satgas Tanggap Darurat Bencana Asap Riau, berbagai instansi dan lembaga pendidikan juga turut membantu lewat doa, yakni dengan melaksanakan salat meminta hujan (Istisqha).
Setelah sebelumnya salat Istisqha secara bersama-sama digelar dihalaman kantor Gubenur Riau dan di Masjid Raudhatul Jannah, Jalan Tuanku Tambusai, Kamis (13/3) pagi ini, salat Istisqha kembali di gelar di Masjid Baitul Makmur jalan Wartasari Tengkerang Selatan Pekanbaru.
Ratusan anak didik dari Sekolah Dasar (SD) Juara Pekanbaru mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 bersama majelis guru dan kepala sekolah hadir pada salat Istisqha ini. Kabut asap pekat yang masih menyelimuti kota Pekanbatu tidak menggangu ke khusukan para siswa ini untuk melaksanakan salat Istisqha. Dengan menggunakan masker mereka tampak atusias mengikuti shalat yang di imami langsung oleh Ustad Hartoni, hafiz 30 juz asal Nusa Tenggara Barat ini. (*)

Copas Berita "SD Juara Pekanbaru Shalat Istisqo" di Tribunpekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebelum salat Istisqha yang dilaksanakan SD Juara Pekanbaru dimulai Kamis (13/3), ratusan siswa yang sudah berkumpul sejak pukul 08.00 pagi tadi diberikan edukasi dan wawasan tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Pencerahan yang disampaikan oleh kepala sekolah SD juara Pekanbaru Suriksodi Saputro ini banyak menyinggung tentang pentingnya melestarikan hutan dan menjaga kebersihan lingkungan serta dampak kebakaran hutan dan lahan bagi kehidupan manusia. Menurut Suriksodi wawasan ini sengaja diberikan kepada anak didiknya agar kedepan setelah mereka dewasa mengerti bagaimana akibatnya jika hutan dan lahan terbakar.
"Kita juga sampaikan kepada anak-anak untuk tidak sembarangan membakar sampah atau memainkan api, karena kita semua akan merasakan dampak kebakaran lahan dan hutan ini sungguh sangat merugikan sekali,"sebutnya.
Suriksodi mengatakan, dengan diselenggarakan salat Istisqha ini dia berharap hujan segera turun dan membasahi bumi melayu, lancang kuning ini. Sehingga kabut asap bisa segara hilang dan anak didiknya bisa kembali sekolah sebagaimana biasanya.
"Sudah hampir sebualn siswa kita tidak masuk sekolah, kemarin sempat masuk sehari, karena kabut asap masih pekat terpaksa mereka kami pulangkan,"ujarnya.
Lebih jauh Suriksodi mengungkapkan, hujan merupakan harapan satu-satunya untuk memadamkan api dilahan gambut. Usaha pemadaman yang dilakukan dengn sistem water bombing pun menurutnya tidak akan maksimal jika lahan terbakar tersebut berada pada dearah yang bergambut.
"Saya tau persis gimana kondisi kebakaran dilahan gambut itu, karena dulu saya juga pernah ikut membantu memadamkan api dilahan gambut, api itu tidak hanya dipermukaan saja, tapi ada didalam tanah hingga kedalam satu meter, dan terus mejalar,"paparnya. (*)

Selasa, 11 Maret 2014

LOMBA SENAM SERIBU SD JUARA PEKANBARU



Kamis, 6 Maret 2014 acara lomba senam seribu untuk siswa SD Juara pekanbaru dilaksanakan dengan meriah. Lomba ini diikuti oleh 147 siswa yang terbagi dalam 21 kelompok yang telah dibagi oleh guru penjas SD Juara pekanbaru.
Sesuai dengan rencana yang telah dirancang oleh PKS kurikulum dan guru penjas SD Juara Pekanbaru jauh hari sebelumnya, lomba senam seribu untuk siswa SD juara pekanbaru dapat terlaksana Meskipun pelaksanaan lomba ini agak sedikit molor dari waktu yang direncanakan.
Acara senam seribu dimulai tepat pukul 08.00 wib, setelah siswa melakukan sholat dhuha dan pembiasaan pagi di kelas masingmasing sebagaimana biasanya. Semua siswa dikumpulkan di halaman SD Juara Pekanbaru. Setiap siswa terlihat begitu semangat dan antusias selama mengikuti lomba ini. Selain lomba senam seribu, acara diselingi juga dengan penampilan kreativitas siswa. Lomba senam seribu berakhir hingga pukul 12.00 wib.
Ada pun tujuan dari acara ini yaitu, sesuai dengan tujuan dari senam atau olah raga itu sendiri yaitu, membiasakan hidup sehat dengan berolah raga dan memupuk kekompakan anatar siswa. Selain itu nilai yang diperoleh dari lomba ini digunakan sebagai nilai MID Semester 2 siswa SD Juara Pekanbaru tahun ajaran 2013/ 2014.(Ru)






Selasa, 04 Maret 2014

PPDB SD Juara Pekanbaru

SD Juara Pekanbaru merupakan sekolah unggulan gratis binaan Rumah Zakat. Sekolah yang berlokasi di Kompleks Mesjid Baitul Makmur Jl. Wartasari No. 9 Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya ini, memiliki 6 ruang kelas yang dapat mendidik 150 peserta dari Kelas 1 sampai Kelas 6. Pengelolaan sekolah ini dilaksanakan oleh 11 pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini resmi berdiri pada 14 Juli 2008 berkat dukungan Rumah Zakat, para donatur, muzakki, tokoh masyarakat, Pendidik dan Dinas Pendidikan terkait. Demikian rilis yang diterima riauterkini.com., Selasa (4/3/14). Sekolah dasar dengan Nomor Statistik Sekolah (NSS): 104096008071 dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN): 10495150 ini merupakan lembaga pendidikan dasar formal yang berpedoman pada Kurikulum Nasional KTSP dan memiliki kurikulum khas sekolah. SD Juara Pekanbaru berada di bawah naungan UPTD Pendidikan Bukitraya Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Dalam operasionalnya, SD Juara Pekanbaru menggratiskan seluruh biaya pendidikan bagi seluruh peserta didik dengan support penuh Rumah Zakat, donatur, muzakki, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Lulusan sekolah ini diharapkan memiliki quality assurance (jaminan kualitas) yakni memiliki aqidah yang kokoh, melaksanakan ibadah dengan benar, bertanggung jawab dan penuh kesadaran, berakhlaq mulia dengan meneladani sifat Rosulullah SAW, memiliki budaya hidup bersih dan sehat, memiliki kompetensi dan kemampuan akademik yang baik, gemar membaca Al-Qur’an dan hafal Juz 30 serta kreatif dan mandiri dengan beragam program sekolah yang dirancang untuk mencapai kualitas lulusan sebagaimana disebutkan di atas. Pada Tahun Pelajaran 2014/2015 ini, SD Juara Pekanbaru membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanyak 25 orang. Pendaftaran dimulai dari 3 Februari 2014 dan berakhir pada 21 Maret 2014. Syarat-syarat untuk menjadi Peserta Didik SD Juara Pekanbaru di antaranya berusia minimal 6 tahun 0 bulan pada Juli 2014, merupakan asnaf penerima zakat (fakir, miskin, dll), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Fotocopy KK dan KTP, Akte Kelahiran/ Surat Keterangan Lahir, lulus survey dan wawancara serta hadir saat pendaftaran ulang.

Senin, 03 Maret 2014



PPDB Sekolah Unggul Gratis untuk Kaum Marjinal


(Pekanbaru, 4/3) SD Juara Pekanbaru merupakan sekolah unggulan gratis binaan Rumah Zakat. Sekolah yang berlokasi di Kompleks Mesjid Baitul Makmur Jl. Wartasari No. 9 Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya ini memiliki ruang kelas sebanyak 6 ruang kelas yang dapat mendidik 150 peserta dari Kelas 1 sampai Kelaw 6. Pengelolaan sekolah ini dilaksanakan oleh 11 orang pendidik dan 2 orang tenaga kependidikan. Sekolah  ini resmi berdiri pada 14 Juli 2008 berkat dukungan Rumah Zakat, Para Donatur, Muzakki, Tokoh Masyarakat, Pendidik dan Dinas Pendidikan terkait.

Sekolah dasar dengan Nomor Statistik Sekolah (NSS): 104096008071 dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN): 10495150 ini merupakan lembaga pendidikan dasar formal yang berpedoman pada Kurikulum Nasional KTSP dan memiliki kurikulum khas sekolah. SD Juara Pekanbaru berada di bawah naungan UPTD Pendidikan Bukitraya Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Dalam operasionalnya SD Juara Pekanbaru menggratiskan seluruh biaya pendidikan bagi seluruh peserta didik dengan support penuh Rumah Zakat, donatur, muzakki, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

Lulusan sekolah ini diharapkan memiliki Quality Assurance (Jaminan Kualitas) yakni Memiliki Aqidah yang kokoh, Melaksanakan ibadah dengan benar, tanggung jawab dan penuh kesadaran, Berakhlaq mulia dengan meneladani sifat Rosulullah SAW, Memiliki budaya hidup bersih dan sehat, Memiliki kompetensi dan kemampuan akademik yg baik, Gemar membaca Al-Qur’an dan Hafal Juz 30 serta Kreatif dan Mandiri dengan beragam program sekolah yang dirancang untuk mencapai kualitas lulusan sebagaimana disebutkan di atas.

Pada Tahun Pelajaran 2014/2015 ini SD Juara Pekanbaru membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanyak 25 Peserta Didik. Pendaftaran dimulai dari 3 Februari 2014 dan berakhir pada 21 Maret 2014. Syarat-syarat untuk menjadi Peserta Didik SD Juara Pekanbaru diantaranya memiliki usia minimal 6 tahun 0 bulan pada Juli 2014, merupakan asnaf penerima zakat (fakir, miskin, dll), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),  Fotocopy KK dan KTP, Akte Kelahiran/ Surat Keterangan Lahir, lulus survey dan wawancara serta hadir saat pendaftaran ulang. (suriksukses@yahoo.com)

Minggu, 02 Maret 2014

Jadi Juara Sangat Menyenangkan

" Jadi Juara Sangat Menyenangkan" begitulah judul yang tertulis pada Surat Kabar Tribun Pekanbaru, Jum'at, Februari 2014. Suci Ramadhani dan Rizki Mulyasaputra beberapa waktu yang lalu dwawancarai oleh wartawan Tribun Pekanbaru.